Langsung ke konten

Forex News

Genmab: Rina-S tunjukkan respons 45,9% pada kanker ovarium

Genmab pada 3 Oktober 2026 mengumumkan Rina-S 120 mg/m² tiap tiga minggu menunjukkan ORR 45,9% pada 109 pasien kanker ovarium resisten platinum.

Oleh Raka Prasetyo, Indonesia Markets EditorPipDig
  • ORR terkonfirmasi mencapai 45,9% pada 109 pasien.
  • Median durasi respons 12,1 bulan; 51% respons bertahan setahun.
  • Tidak ada sinyal toksisitas okular, neuropati perifer, ILD, atau stomatitis.

Hasil uji

Genmab pada 3 Oktober 2026 mengumumkan hasil Part C uji Phase 1/2 RAINFOL-01 untuk rinatabart sesutecan, atau Rina-S. Dosis 120 mg/m² setiap tiga minggu menghasilkan objective response rate terkonfirmasi 45,9% pada 109 pasien kanker ovarium resisten platinum. Median duration of response mencapai 12,1 bulan.

Wide shot of a fictional female clinical researcher in a softly lit hospital corridor, standing in the upper two-thirds holding an unlabelled vial and tablet, with the lower third of the frame left empty and calm.
Genmab: Rina-S tunjukkan respons 45,9% pada kanker ovarium

Perusahaan mengatakan 51% pasien yang merespons masih berada dalam respons pada satu tahun. Median progression-free survival tercatat 9,5 bulan.

Respons menurut ekspresi FRα

Aktivitas antitumor terlihat terlepas dari tingkat ekspresi folate receptor alpha, termasuk pada pasien dengan ekspresi rendah dan non-expressor. Hasil itu juga tercatat независимо dari terapi mirvetuximab sebelumnya.

Populasi studi

Kohort Part C menilai Rina-S sebagai monoterapi pada kanker ovarium serosa derajat tinggi, kanker peritoneum primer, atau kanker tuba fallopi resisten platinum. Pasien menerima satu sampai tiga lini terapi sebelumnya; yang menerima mirvetuximab sebagai terapi terakhir sebelumnya dapat menerima hingga empat lini.

Lebih dari setengah pasien, 53%, sudah mendapat tiga atau empat lini terapi sebelumnya. Semua pasien pernah menerima bevacizumab dan taxane. Sebanyak 49,5% pernah menerima PARP inhibitor, dan 33% pernah menerima mirvetuximab soravtansine.

Keamanan

Efek samping yang paling sering muncul adalah fatigue 57,8%, mual 67,9%, muntah 36,7%, konstipasi 26,6%, penurunan nafsu makan 23,9%, dan nyeri perut 18,3%. Efek hematologis yang paling sering dilaporkan meliputi anemia 57,8%, neutropenia 57,8%, penurunan jumlah trombosit 34,9%, dan trombositopenia 34,9%.

Efek samping serius dilaporkan pada sekitar sepertiga peserta. Penghentian terapi karena efek samping terjadi pada 5,5% peserta. Tidak ada sinyal keamanan untuk toksisitas okular, neuropati perifer, interstitial lung disease, atau stomatitis.

Program klinis

Genmab menyebut Rina-S sedang dievaluasi dalam program pengembangan klinis yang mencakup beberapa kanker ginekologi dan tumor padat lain. Program itu mencakup empat uji Phase 3 untuk PROC, kanker endometrium rekuren atau progresif, pemeliharaan platinum-sensitive ovarian cancer, dan second-line PSOC, serta studi tambahan Phase 1/2 dan Phase 2 di kanker paru non-sel kecil serta kanker gastrointestinal lanjut.

Sumber: GlobeNewswire,