Regulatory News
ECB dorong remediasi cepat, fokus ke temuan berisiko tinggi
ECB Bank Supervision akan meninjau portofolio measures pada pertengahan Oktober, sambil mengubah temuan F1 menjadi supervisory observations.
- Stock outstanding measures across significant banks reached around 12,000 at end-2025.
- ECB will launch a refocusing exercise in mid-October.
- Least severe F1 findings will in future be communicated as supervisory observations.
- Low-severity F2 findings and measures may be closed where further assessment is no longer warranted.
Action
ECB Banking Supervision memperketat fokus pada remediasi tepat waktu atas temuan pengawasan. Frank Elderson mengatakan pendekatan ini berjalan seiring dengan simplifikasi, bukan berlawanan dengannya.

Ia menyebut ECB akan memulai refocusing exercise pada pertengahan Oktober. Langkah itu akan meninjau stok measures yang terakumulasi dalam beberapa tahun terakhir dan menyesuaikan engagement pengawasan dengan profil risiko kelemahan yang mendasarinya.
Dalam praktiknya, temuan paling ringan, atau F1 findings, akan disampaikan sebagai supervisory observations, bukan lagi memunculkan measures. Low-severity F2 findings dan measures juga akan ditangani lebih proporsional dan bahkan bisa ditutup bila penilaian pengawasan lanjutan tidak lagi diperlukan.
Untuk temuan low-severity pada internal models, verifikasi remediasi oleh internal audit atau internal validation tidak lagi wajib.
Respondents
Pernyataan itu disampaikan Frank Elderson, Vice-Chair of the Supervisory Board of the ECB dan Member of the Executive Board of the ECB, dalam panel discussion “Effective Supervision and Enforcement” di 17th FMA Supervisory Conference di Vienna.
Elderson mengatakan ECB perlu lebih jelas kepada bank bahwa semua supervisory findings harus diremediasi secara timely dan durable. Ia juga menyebut supervisors harus siap eskalasi bila material weaknesses tidak ditangani tepat waktu.
Effective
Menurut Elderson, pada akhir 2025 stok outstanding measures di significant banks naik menjadi sekitar 12.000, atau rata-rata sekitar 100 measures per bank. ECB juga mencatat bahwa pada 2025 jumlah supervisory measures yang ditutup lebih banyak 1.200 dibanding yang dibuat, dan pada 2026 stoknya turun lagi 600.
Ia mengatakan supervisory findings dan measures yang severity-nya paling rendah dapat ditangani dengan proses follow-up yang lebih sederhana. ECB tetap menuntut bank menyimpan bukti untuk future supervisory reviews.
Penalty
Elderson menyebut escalation ladder ECB mencakup capital requirements, qualitative measures, kewajiban memperkuat risk management, business restrictions, dan periodic penalty payments sebagai enforcement measures.
Sumber: ECB,